Ketika Agama Kehilangan Tuhan

Baru tersadar bahwa saya sudah lama tidak update tulisan disini. Maklum kesibukan dan perhatian selama beberapa minggu ini telah  benar-benar berhasil menyedot perhatian. Mengingat blog ini memang saya maksudkan sebagai wadah membincangkan hal-hal yang terpinggirkan (saya sebut catatan pinggiran atau marginal), sehingga kali ini saya akan menyoal tentang agama dan perilaku pengikutnya. Pemikiran ini bukan hal baru. Saya hanya mencoba merekonstruksinya. Continue reading “Ketika Agama Kehilangan Tuhan”

Moral Justification


Almost every single choices or actions made by human are always based on moral justification. The source can be intangible things such as divinity, ideology and so on, as well as the visible, in the form of objects, such as scriptures or fiction and non-fiction books produced by the prominent thinkers.

Continue reading “Moral Justification”

Alkohol & Rokok di Jerman

Menyebut Jerman kurang lengkap tanpa bicara tentang bir. Disini tersedia berbagai jenis bir dengan kualitas yang terbaik dan harga yang terjangkau. Bir di setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri berdasarkan tradisi yang berlangsung lintas generasi. Negara bagian Bavaria, misalnya memiliki Oktoberfest, sebuah festival bir tahunan yang sangat terkenal di seluruh dunia. Bahkan ada klaim bahwa Bavaria adalah alasan mengapa Jerman dikenal sebagai negeri bir.

Continue reading “Alkohol & Rokok di Jerman”

Seni Berargumentasi

Saat ini publik di tanah air sedang disuguhkan dengan rangkaian sidang sengketa penetapan hasil pemilu presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Saya bayangkan kehebohannya karena peran televisi yang menayangkan secara langsung. Disana  tiga pihak yang saling beradu pendapat; pihak pemohon (Prabowo-Sandi), termohon (KPU) dan pihak terkait (Jokowi-Amin).

Continue reading “Seni Berargumentasi”

Belajar (dengan) Mengkritik

Seorang teman pernah berkata kepada saya di sebuah rapat perhimpunan mahasiswa. “Bro, ketimbang mengkritik terus-terusan, mengapa tidak kasih solusi saja”, nada suaranya agak tinggi. Saya kuatir, mungkin istilah kritik sudah kepalang bermakna negatif di kepala si kawan. Sebaliknya, solusi baginya bermakna positif. Wajar saja, dia jadi gagal paham sehingga alpa terhadap serangkaian solusi konkrit yang berbarengan dengan kritik yang saya sampaikan. Atau sudah keburu ingin pulang dan tidur. Hawa musim dingin memang di puncaknya kala itu.

Continue reading “Belajar (dengan) Mengkritik”

Bahasa Asing

Saya tidak termasuk orang yang cepat belajar bahasa (fast language learner). Saya juga bukan tipe orang yang mudah atau senang meniru gaya bicara orang lain. Bahkan bahasa Indonesia saya saja masih terlalu mudah dikenali ciri khasnya. Kalau bukan disangka khas Batak, orang Indonesia disini sering menduga mungkin dari suatu daerah Indonesia Timur sana. Saya tetap bangga dengan kekhasan itu.

Continue reading “Bahasa Asing”

Logika Utilitarisme

Jeremy Bentham, pemikir berkebangsaan Inggris mengatakan tindakan atau pilihan bisa dikatakan sudah benar secara moral jika mendatangkan kebahagiaan bagi banyak orang. Dengan kata lain, tidak peduli apakah tindakan anda itu salah, korup atau mengakibatkan nyawa segelintir manusia melayang, selama konsekuensinya atau hasil akhirnya adalah demi kebahagiaan orang yang lebih banyak, maka bisa saja dibenarkan.

Continue reading “Logika Utilitarisme”

Melihat Nurnberg Lebih Dekat

Teringat ketika baru beberapa hari menetap di kota Erlangen. Sebagaimana mahasiswa asing, saya penasaran untuk menjajal kota-kota sekitar. Sebelumnya, saya memang sudah menginjakkan kaki di tiga kota berbeda  di Jerman, yakni Frankfurt, Berlin dan Wittemberg.  Saat itu saya tinggal mengikuti jadwal. Perjalanan, mulai membeli tiket, naik kereta, bus atau tram sepenuhnya dipandu oleh pihak tuan rumah. Alhasil, sepulang dari sana saya masih belum paham bagaimana bepergian dengan transportasi umum.

Continue reading “Melihat Nurnberg Lebih Dekat”

Internet & Pola Pikir

Jika anda yakin bahwa dengan berselancar di dunia maya akan membuat cakrawala berpikir anda semakin luas atau semakin terbuka terhadap perbedaan, maka mungkin anda perlu berpikir ulang. Disini, penjelasan Le Bon yang elitis tentang psikologi massa tidak lagi memadai. Bahkan kalau saja beliau masih hidup, mungkin akan terkejut dengan realitas yang serba aneh ini. Sehingga saya akan meminjam pemikiran Eli Pariser saja untuk menjelaskan. Continue reading “Internet & Pola Pikir”

Kekerasan Tidak Dapat Dibenarkan

Saya sangat menyayangkan rangkaian kerusuhan dan kekerasan di Jakarta pada 21 sampai 22 Mei yang lalu. Sebagaimana diberitakan luas di berbagai media massa, terdapat 8 orang meninggal dunia, ratusan mengalami luka-luka, puluhan gedung dan sarana publik rusak dan sebagainya. Apapun alasannya, kekerasan tidak dapat dibenarkan.

Continue reading “Kekerasan Tidak Dapat Dibenarkan”

Agar Hidup Lebih Hidup

 

Pernahkah anda merasa bahwa hidup anda tidak berguna? Lebih sering menghabiskan waktu dengan percuma tiada hasil yang dicapai. Kadang melihat kesuksesan orang lain sebagai patokan?. Kadang anda  terdampar ke dalam situasi seolah-olah anda sudah mengerjakan sesuatu yang anda imajinasikan padahal kenyataannya belum sama sekali.

Continue reading “Agar Hidup Lebih Hidup”

Massa

Mengapa orang mudah tergerak oleh simbol-simbol/identitas?. Bahkan “orang terdidik” bisa terikut menjadi bagian dari massa atau crowd yang tidak sadar, termakan dengan propaganda kosong. Hebatnya, dengan duduk di pojok ruangan, anda bisa bertransformasi menjadi bagian dari massa. Tanpa mengenal atau bertemu secara fisik, hanya dengan bantuan smartphone dan jaringan internet, anda turut menjadi bagian dari massa yang tidak sadar itu.

Continue reading “Massa”

Failure

After occasionally doing simple observation in my class, I came up with a mere subjective and general conclusion on failure. Actually, human are comparative animal. That is why when someone got failed, basically there is nothing to do with the failure itself but suddenly to  get to know or compare with others achievement in a parallel situation. It is not failure that makes us feel bad, but it is others’ success that make us feel bad. Continue reading “Failure”

Mahasiswa Asing

Disini saya akan membahas tentang depresi dan gelisah, 2 sisi gelap menjadi mahasiswa asing yang tidak banyak dibicarakan. Sudah pasti bahwa tidak ada mahasiswa yang kebal dengan ini. Setidaknya mereka pernah mengalami walaupun mungkin dengan kadar yang ringan dan temporal.

Sebelumnya, saya ingin sampaikan bahwa tulisan ini bukan tentang saya. Mungkin saja pernah mengalami, tapi masih dosis ringan dan bersifat sementara. Ini hanya poin-poin yang pernah saya diskusikan dengan teman-teman dari waktu ke waktu dan juga setelah mengamati beberapa mahasiswa di lingkungan saya.

Continue reading “Mahasiswa Asing”

Review: Human Rights & Asian Values Amartya Sen

Introduction

The debate about the principles of ​​human rights has been occurring especially since the signing of the Universal Declaration of Human Rights (UDHR) in the mid-20th century. One of the main points of the debate lies in the question of whether human rights are universal or special. Lee Kuan Yew (Singapore Prime Minister) who is considered as one of the architects of Asian values once gave compelling argument popularly so called “Asian Values Argument”. He said in the 1960s that Asian cultures are so different from Western cultures that they are exempt from consideration of human rights. Continue reading “Review: Human Rights & Asian Values Amartya Sen”

The IPT 65 Final Report: Call for Recognition

The International People’s Tribunal (IPT) 1965 established to end the impunity for the crimes against humanity in Indonesia during and after 1965 finally on 20 July 2016 has issued its ruling or so called the Final Report of the hearings held in The Hague, Netherlands from 10 to 13 November 2015 ago. But what will happen next? Continue reading “The IPT 65 Final Report: Call for Recognition”

What Media Says

The Guardian essay (3/4) highlights the idea about prosecuting ecocide crime – other form of environment crime vis-a-vis crime against humanity – that should be liable to international criminal court. Once the Rome Statute Bill listed ecocide as one of serious crimes alongside genocide, war crime and crime against humanity, but industrialist countries taking part in the law making process shot it down in 1996. Continue reading “What Media Says”