Gabungan aktivis di Medan demo tolak Pilkada oleh DPRD

Merdeka.com – Aksi penolakan terhadap Pilkada tidak langsung terus terjadi meski UU tersebut telah dicabut dengan Perppu oleh SBY. Di Medan, puluhan orang berunjuk rasa di Bundaran Majestik Medan, Senin (13/10), meminta agar hak memilih kepala daerah tidak diserahkan DPRD.

Unjuk rasa dilakukan kumpulan yang mengatasnamakan Suara Rakyat Menolak Pilkada Tidak Langsung (Suram). Mereka merupakan para aktivis yang tergabung dalam beberapa elemen organisasi seperti FITRA, BAKUMSU, Walhi Sumut, serta beberapa organisasi lainnya.

Dalam aksinya pengunjuk rasa membawa sejumlah poster dan spanduk. Isinya, meminta agar DPRD tidak merampas hak rakyat. Mereka menyatakan Pilkada tidak langsung harus ditolak, karena metode itu memutus tali mandat rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi.

“Sistem itu menyebabkan kepala daerah tidak lagi bekerja untuk rakyat tetapi bekerja untuk DPRD yang memilihnya. Rakyat pun tidak bisa lagi menagih janji-janji pemimpinnya,” jelas Tongam Panggabean, Humas aksi Suram.

Para pengunjuk rasa menyatakan, rakyat Sumut harus menolak Pilkada tidak langsung karena terdapat 25 kabupaten/kota di provinsi ini yang akan menggelar Pilkada pada 2015. “Dengan UU Pilkada, maka pada 2015, rakyat di 25 kabupaten/kota tidak dapat menggunakan suaranya untuk memilih pemimpin,” sebut Tongam Panggabean.

Selain itu, Pilkada tidak langsung juga menutup peluang sosok-sosok berkualitas dan berintegritas untuk menjadi pemimpin. Kesempatan itu hanya dimiliki politisi dari partai besar.

Pengunjuk rasa juga memperkirakan praktik money politics bakal terjadi di DPRD saat pemilihan kepala daerah berlangsung. Pemerintahan pun dinilai bakal tidak stabil, karena DPRD akan mudah melengserkan kepala daerah jika tidak memenuhi keinginannya.

“Karena itu, rakyat harus menentukan sendiri pemimpinnya karena itu merupakan hakikat dari demokrasi. Mari kita berjuang sampai hak kita untuk memilih pin secara langsung dikembalikan,” pungkas Tongam Panggabean.

Aksi unjuk rasa berlangsung sekitar 1 jam. Setelah berorasi, pengunjuk rasa membubarkan diri [hhw].

published at:Β Gabungan aktivis di Medan demo tolak Pilkada oleh DPRD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.