Kasus Pelanggaran HAM yang Dilakukan Polisi Meningkat

MEDAN – Disepanjang tahun 2017,  sebanyak 74 kasus pelanggaran HAM terjadi di Sumut, yang pelakunya adalah pihak kepolisian. Pelanggaran tersebut terbagi dalam 7 bentuk kekeresan yang terjadi dalam tindakan intimidasi, penangkapan/penahanan sewenang-wenang, penganiayaan, penyiksaan, pengerahan kekeuatan/penyalahgunaan senjata api, pembiaran kasus/konflik dan kriminalisasi.

Untuk kasus kriminalisasi berada diperingkat pertama dengan 23 kasus (31%), intimidasi 17 kasus (23%), penangkapan/penahanan sewenang-wenang 10 kasus (14%), pembiaran kasus/konflik 9 kasus (12%), penganiayaan 6 kasus (8%), penyiksaan 5 kasus (5%) dan pengerahan kekuatan/penyalahgunaan senjata api 4 kasus (5%).

Sejak tahun 2002, setelah adanya UU Kepolisian ada namun tidak ada perubahan tindakan dari polisi itu sendiri. DPRD minim melakukan pengawasan dalam pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pihak kepolisian. “Bagaimana pengawasan legislatif dalam melakukan pengawasan pelanggaran HAM yang dilakukan kepolisian. Karena sejak tahun 2007 sampai 2017 tindak pelanggaran HAM semakin meningkat. Kita tidak tahu soal anggaran sebagai altak bisa asannya.

“Kita berharap fungsi pengawasan dengan cara pemanggilan pada pelaku, kasus yang terjadi. Kapolda saja tak bisa datang, ketika ditemukan pelanggaran HAM, melakukan pemutasian atau pemberhentian Kapolda itu sendiri. Misalnya Kapolres, hubungan Anggota DPRD kabupaten kota bisa saja merekomendasian Kapolda, keputusannya ada pada Kapolri. UU Kepolisian No 8 itu internal, tidak transparan meski ada Propam, kita tak tau bagaimana bentuk hukuman bagi mereka. DPRD memperkuat fungsinya sebagai pihak pengawasan, agar tindak peningkatan tisndak kekerasan yang dilakukan polisi bisa berkurang,” ujar Sekretaris Eksekutif  BAKUMSU, Manalus Pasaribu.

Kepolisian Sumut belum sepenuhnya berubah menjadi pemolisian sipil yang demokratis sebagaimana sering didengungkan UU dan berbagai peraturan yang ada. Kapolda Sumut disebut masih gagal. Ada laporan pasti harus ada investigasi. Mereka sering melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP), tapi jarang kita dengar DPRD Sumut bersuara soal pelanggaran HAM yang dilakukan kepolisian.

“DPRD Sumut pernah menyuarakan “Stop penangkapan”! Lembaga Legislatif harus sadar bahwa mereka mempunyai wewenang dalam hal ini sebagai wakil rakyat. Memang dalam konteks ini mereka melakukan kewenangannya. Kehormatan mereka sebagai wakil rakyat kurang greget, harusnya lebih berani membantu mengurangi tingkat tindak pelanggaran HAM yang dilakukan kepolisian,” katanya lagi.

Selain korupsi, bahwa konflik yang paling besar terjadi adalah konflik sumber daya alam yang terjadi antara petani, masyarakat adat, pemerintah. Mereka menjadi pelaku langsung atau pembiaran dalam hal ini. Aparatus penengak hukum hadir sebagai pelaku pelanggaran HAM yang terkait dalam kriminilasasi dan kebebasan. Tanggal 2 Mei lalu, mahasiswa USU di penjara karena terkait pelanggaran kebebesan berekspresi, mengeluarkan pendapat. Pihak kepolisian, kejaksaan dan terkahir di Pengadilan, pendekatan atas nama penegakan hukum.

“Kasus yang terjadi dan menjadi sorotan antara lain kasus yang menimpa Hotman Siagian, Parlindungan Siagian, Berlin Silaen dan Dirman Rajagukguk, semuanya berasal dari komunitas adat Matio di Kabupaten Toba Samosir yang berkonflik di atas hutan yang berkonflik dengan PT. TPL Dirman Rajagukguk akhirnya divonis bersalah berdasarkan Pasal 362 KUHP tentang perncurian oleh Pengadilan negri di Balige dengan hukuman 7 bulan penjara. Sedang Hengki Sirait di Asahan berkonflik PT SPR yang diadukan dan berproses di Pengadilan. Adanya  keberpihak polisi terhadap corporation, tapi tidak menyelesaiakn persoalan. KUHP, UU Perkebunan, (P3H),” terang Tongam Panggabean, Staf  Divisi Advokasi. (Avi). Editor : Yeni Sitorus

published at: Kasus Pelanggaran HAM yang Dilakukan Polisi Meningkat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.