Mahasiswa Asing

Disini saya akan membahas tentang depresi dan gelisah, 2 sisi gelap menjadi mahasiswa asing yang tidak banyak dibicarakan. Sudah pasti bahwa tidak ada mahasiswa yang kebal dengan ini. Setidaknya mereka pernah mengalami walaupun mungkin dengan kadar yang ringan dan temporal.

Sebelumnya, saya ingin sampaikan bahwa tulisan ini bukan tentang saya. Mungkin saja pernah mengalami, tapi masih dosis ringan dan bersifat sementara. Ini hanya poin-poin yang pernah saya diskusikan dengan teman-teman dari waktu ke waktu dan juga setelah mengamati beberapa mahasiswa di lingkungan saya.

Tidak Berdaya

Mengikuti pendidikan di lingkungan dan sistem yang sama sekali baru adalah pekerjaan yang sangat aneh. Pada titik tertentu anda bisa merasa bukan apa-apa dan benar-benar merasa tidak berdaya. Sumber masalahnya bisa beragam. Sesuatu yang masih dalam lingkup kendali maupun yang sepenuhnya di luar kendali anda.

Kebanyakan mahasiswa pascasarjana menyadari bahwa mereka sedang berada di puncak produktifitasnya pada masa-masa menjelang keberangkatan dan setibanya di lokasi studi. Umumnya diawali dengan euporia kesenangan dan rasa penasaran ingin menjajal lingkungan baru. Namun, setelah memulai perkuliahan, untuk pertama kalinya anda akan benar-benar merasa sedang berada di tengah medan perang yang sesungguhnya karena kuatir gagal. Anda akan melihat semua orang di sekitar anda adalah orang yang berprestasi dan itu akan membuat anda mulai mempertanyakan kemampuan anda sendiri. Ini bisa menjadi pemikiran yang sangat menyedihkan bagi siapa pun. Harga diri dan kebanggaan anda perlahan semakin terpukul dan surut.

Terisolasi dan Terasing

Ya, banyak mahasiswa pascasarjana internasional terperangkap pada situasi yang terisolasi dan terasing. Mereka kehilangan kontak dengan keluarga dan teman-teman mereka dan menemukan diri mereka dalam ruang gelap tanpa dukungan emosional untuk bangkit. Anda dalam mengerjakan tugas-tugas akademis seperti membaca dan menulis paper tidak akan menyadari bahwa sedang berinteraksi di ruang yang sangat sempit, antara kelas, dosen dan kamar anda sendiri. Di luar itu, tidak ada yang benar-benar mengerti apa yang anda lakukan. Jadi, ketika anda memiliki masalah akademik anda benar-benar stres, teman dan keluarga jug tidak akan benar-benar mengerti mengapa.

Beban Menghantui

Terkadang tidak ada batasan pribadi antara bekerja dan kamar. Anda membawa beban kerja dan mental anda kembali ke rumah, terus memikirkan masalah tertentu yang telah mengganggu anda. Terkadang membuat anda sulit tidur. Boleh jadi masalah itu bahkan menghantui anda dalam mimpi. Anda juga akan merasa sulit memiliki waktu untuk diri sendiri tanpa merasa bersalah. Ini bukan untuk mengatakan anda tidak dapat melakukan hal-hal untuk diri sendiri, tetapi setiap kali anda bermain game atau menonton acara favorit anda, selalu ada suara yang mengganggu seolah berbisik mengingatkan betapa banyak yang harus anda lakukan. Ada pula pola makan yang buruk, kurang olahraga dan kurang tidur adalah beberapa alasan fisiologis yang dapat menyebabkan depresi. Alasan abstrak lainnya termasuk kecenderungan tinggi untuk menghubungkan pencapaian akademik yang selalu berisiko) dengan harga diri.

Solusi kecil

Ini hanya solusi kecil yang mungkin membantu. Hargai diri anda, baik saat anda berada dalam penampilan terbaik atau produktif. Sejalan dengan itu, jangan menghukum diri sendiri saat merasa tidak berdaya. Lakukan apa yang anda suka dengan menghabiskan malam bermain game, nonton atau traveling. Toh hidup adalah soal kebahagiaan dan kemanfaatan, bukan soal angka-angka yang tertera dalam transkrip nilai itu.

Saya jamin orang lain di sekitar anda mengalami hal yang sama. Menikmati minuman bersama teman dan mengeluhkan semuanya dengan santai juga sangat membantu. Jangan pula malu mengatakankan bahwa anda sedang ada dalam masalah dan berjuang. Percaya saja, orang lain di sekitar anda mungkin akan senang mendengar bahwa mereka ternyata bukan satu-satunya yang mengalami itu. Above all, manajemen waktu adalah kuncinya. Buat jadwal berdasarkan kapan anda merasa paling enerjik dan produktif. Memang tidak mudah. Bagi saya, tips yang terakhir masih susah dilakukan (hehehe).

4 thoughts on “Mahasiswa Asing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.