USU Bedah Buku Analisis Kebijakan Pengelolaan SDA

MedanBisnis – Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar acara bedah Buku Analisis Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan diskusi Akhir Lingkar Studi Agraria dan Ekologi, di Gedung Magister Studi Pembangunan (MSP) USU, Selasa (20/2).Acara ini diinisiasi oleh Hutan Rakyat Institute bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan USU, Sajogyo Institute, Magister Studi Pembangunan USU, Walhi Sumatera Utara, Bakumsu dan AAI

Guru Besar Kebijakan Kehutanan Institut Pertanian Bogor Prof Hariadi Kartodiharjo tampil sebagai narasumber utama sekaligus penulis dari buku yang dibedah tersebut.

“Mengatasi permasalahan SDA tidak bisa hanya lewat satu disiplin ilmu saja. Buku ini menawarkan multi disiplin pengatasan masalah pengelolaan yang tengah carut marut sekarang ini. Juga sangat bagus sebagai dasar dalam menetapkan kebijakan. Tetapi tidak banyak menyinggung soal histori kebijakan nasional pengelolaan SDA,” ujar Sandrak Manurung, aktivis yang bergiat di Walhi Sumut.

Sementara itu Sekretaris Jurusan (Sekjur) MSP USU Prof Ramdani Harahap memaparkan selama ini paradigma pengelolaan SDA tidak banyak berubah. Untuk itu penting melihat bahwa SDA tidak hanya soal SDA semata, namun harus melihat lebih luas.

“Tidak hanya pohon atau kayu, tetapi bagaimana memikirkan manusianya juga sehingga bisa berkeadilan bagi banyak orang tanpa menghancurkan SDA itu sendiri,” ungkapnya.

Hal Senada Peneliti di Sajogyo Institute Eko Cahyono memandang bahwa catatan pentingnya adalah hadirnya keadilan di dalam pengelolaannya.
“Salah satu persoalan adalah kebijakan yang tidak netral. Mestinya adalah bagaimana ini berkeadilan dan juga memanusiakan. Untuk itu penting bagi kita terus membangun argumen tanding,” ujarnya.

Perwakilan dari Bakumsu Tongam Panggabean mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki Bakumsu, sepanjang tahun 2017 terdapat konflik SDA yang melibatkan sekitar 4.000 KK atas 27.500 ha, baik di kawasan hutan dan non hutan.

“Data ini ibarat rumah yang terlihat masih hanya berandanya saja. Belum lagi dapur dan sebagainya. Artinya, jumlah konflik ini jauh lebih banyak lagi dan lebih luas. Ini hanya masih data kita dari yang kita advokasi, belum lagi dengan data teman-teman lembaga lain,” paparnya.

Guru Besar Kebijakan Kehutanan Institut Pertanian Bogor Prof Hariadi Kartodiharjo dalam kesimpulannya menjelaskan, bahwa buku tersebut merupakan materi kuliah yang awalnya dia gunakan ketika mengajar di S3 Universitas Indonesia, lalu di IPB.

“Secara gamblang buku tersebut memaparkan, empat dimensi kunci yang meliputi struktur, politik, jaringan dan juga aktor-aktornya yang terlibat di dalamnya,” katanya. (dewi syahruni lubis).

published at:Β USU Bedah Buku Analisis Kebijakan Pengelolaan SDA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.