Agar Hidup Lebih Hidup

 

Pernahkah anda merasa bahwa hidup anda tidak berguna? Lebih sering menghabiskan waktu dengan percuma tiada hasil yang dicapai. Kadang melihat kesuksesan orang lain sebagai patokan?. Kadang anda  terdampar ke dalam situasi seolah-olah anda sudah mengerjakan sesuatu yang anda imajinasikan padahal kenyataannya belum sama sekali.

Saya sempat merasakannya ketika masa-masa awal sebagai mahasiswa asing disini. Rasanya susah mengubah kebiasaan lama yang senang bersantai. Merasa semua tugas yang ada bisa dikebut dalam waktu singkat. Senang berbicara tanpa referensi yang cukup. Membaca referensi kuliah rasanya sangat berat karena konsentrasi sering hilang. Mengulangi  setiap kalimat dan paragraf teks akademis berbahasa inggris untuk benar-benar memahaminya sampai berakhir dengan rasa bosan.

Teringat apa yang dikatakan seorang profesor saat debat di salah satu televisi swasta beberapa tahun silam. Kira-kira kutipan bebasnya demikian; mengapa Indonesia tidak maju?, Sementara Singapura, Korea Selatan, Taiwan dan Israel maju. Singapura maju karena takut menjadi minoritas di lautan bangsa Melayu, Korea Selatan maju karena takut terhadap Korea Utara,  Taiwan maju karena takut terhadap China daratan dan Israel maju karena takut berada di tengah lautan Arab. Mereka semua maju karena ada yang ditakuti. Nah, Indonesia tidak maju karena tidak ada yang ditakuti, bahkan tuhan sekalipun. Dia lalu mengambil para pejabat korup yang disumpah atas jabatannya sebagai contoh. Penjelasannya diakhiri dengan gelak tawa peserta.

Saya memang tidak sependapat karena tesis tersebut digunaknnya untuk mendukung status quo yang permisif terhadap proyek ketakutan semu dan usang berlabel “hantu” (bahaya laten) komunis sebagaimana topik acaranya. Tapi bukan itu yang ingin saya bahas disini.  Kata kuncinya adalah takut dan kemajuan (transformasi). Tanpa rasa takut atau waspada atas kegagalan terutama yang disebabkan oleh sesuatu yang masih di dalam kendali kita misalnya kemalasan, maka kita tidak akan beranjak kemana-mana.

Hidup juga adalah tentang berpikir. Rene Descartes, seorang pemikir asal Prancis di abad pertengahan, berujar “I think therefore I am” atau “saya berpikir maka ada”. Pernyataan bernas ini adalah contoh betapa berpikir adalah hal yang paling esensial dari hidup. Ya, berpikirlah karena itu menghidupkan dan meremajakan ratusan ribu saraf-saraf anda.

Entah terinspirasi dari Deskartes, lebih dari 5 abad kemudian, Yuval Noah Harari, sejarawan kontemporer dengan rekor buku terlaris itu mengkonfirmasi pendapat itu dengan memakai kata ide. Ide, menurut Yuval adalah kelebihan manusia yang paling sentral. Ide dimulai dengan gossip tentang tuhan, setan dan lainnya yang tidak kasat mata itu, kemudian melembaga menjadi agama, struktur sosial, politik dan ekonomi dalam lingkup masyarakat. Ide tentang liberalisme, kapitalisme, sosialisme, demokrasi, fasisme dan yang terbaru hak asasi kini melembaga menjadi struktur ekonomi, politik, sosial dan budaya sebagaimana kita saksikan di abad ini dalam lingkup global. Sapien, lagi menurutnya, sangat mengandalkan ide untuk melawan seleksi alam. Sebaliknya, homo Neandertal yang serumpun tidak demikian. Baginya, berhenti atau tertinggal dalam berpikir atau ide berarti mati.

Lagi-lagi saya tidak sedang mendukung penuh pemikirannya yang terlalu Darwinis itu, mengagungkan keunggulan genealogis ras tertentu yang dalam perjalanan sejarah manusia digunakan sebagai dalil perbudakan dan penindasan atas manusia lainnya. Tapi pesan moralnya adalah hanya ketika manusia terus berpikir maka hidup akan menjadi lebih hidup.

Ini hanya guratan kecil saat leher sudah tegang karena paper. Jangan dibawa serius. Tolong jangan dibaca. Midnight 17/05/19.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.