Kiri & Kanan Di Eropa

Semalam, sebuah kolom di harian New York Times membahas hasil pemilihan umum parlemen Uni Eropa pekan ini. Katanya, sinar partai-partai politik tradisional perlahan semakin redup bersamaan dengan naiknya pamor partai-partai politik sayap kanan.

Di Inggris, lanjut kolumnis itu, dua partai yang selalu bergantian berkuasa, Buruh dan Konservatif hanya menempati urutan ketiga dan kelima. Sebaliknya partai baru, Partai Brexit yang sayap kanan populis menempati posisi pertama, dengan hampir 32 persen suara. Sementara di Jerman, dua partai besar, satu kanan-tengah dan satu kiri-tengah kehilangan lebih dari seperempat kursi. Sebaliknya partai Green yang condong ke kiri mendulang suara yang signifikan.

Menarik mencermati penggunaan istilah kiri dan kanan dalam beberapa wacana politik. Apalagi di benua biru Eropa, kiri-kanan layaknya bahasa pasaran saja. Alih-alih semakin memudahkan, kadang kedua konsep ini malah membuat pemahaman semakin runyam.

Konon katanya, istilah ini muncul pertama kalinya sejak pecahnya revolusi Prancis.  Acuannya terbilang sederhana, yakni tempat duduk. Kaum Republik yang duduk di sebelah kiri pimpinan dewan legislatif pada saat itu sedang menentang rezim kuno atau sistem aristokrasi yang bertumpu pada kerajaan dan gereja. Dengan kata lain, mereka berada di pihak yang mendukung revolusi, sementara yang duduk di sebelah kanan berusaha mempertahankan status quo. Ini pengertian kiri dan kanan secara tradisional.

Jika dulu berdasarkan tempat duduk, kini dalam pengertian yang lebih modern menjadi berdasarkan spektrum gagasan dan sikap yang diperbandingkan atau sudut pandang si pembicara. Kiri berarti mencakup ide sosialisme, sosialis demokrat atau sekulerisme yang percaya dengan mekanisme campur tangan negara. Sementara kanan adalah sebaliknya; pembatasan peran negara dan dalam aspek tertentu agamais. Pengecualian di Amerika Serikat yang agak sedikit aneh karena liberalisme malah dikenal sebagai ide sayap kiri.

Nah, apakah dengan menyebutkan Partai Brexit sebagai sayap kanan, maka kolumnis tersebut juga sedang mengatakan bahwa Partai Buruh dan Partai konservatif adalah sayap kiri?. Berangkat dari pengertian tradisional, bukankah partai Konservatif yang berkuasa sekarang berada di sebelah kanannya speaker (ketua) House of Common atau semacam dewan legislatif Inggris, sementara Partai Buruh yang oposan di sebelah kiri. Atau apakah sebuah kebetulan atau by design bahwa setiap partai berkuasanakan otomatis duduk di sebelah kanan. Juga jika mengacu ke istilah modern, bukankah ide-ide Partai Konservatif lebih condong ke pembatasan peran negara dengan kebijakan pro privatisasi, pasar bebas dan pengurangan pajak perusahaan. So, yang mana kanan dan kiri sebenarnya.

Bakal semakin runyam lagi memaknai istilah lain yang dipake sang kolumnis ketika menyoal situasi di Jerman dalam tulisannya itu. Kanan-Tengah dan Kiri-Tengah, what kind of animal they are.

Anyway, sebelum lebih runyam, lebih baik tulisan ini saya akhiri sampai disini aja. Tolong jangan dianggap serius. Saya hanya sedang begulat dengan penat dan menulis tanpa arah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.