Alkohol & Rokok di Jerman

Menyebut Jerman kurang lengkap tanpa bicara tentang bir. Disini tersedia berbagai jenis bir dengan kualitas yang terbaik dan harga yang terjangkau. Bir di setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri berdasarkan tradisi yang berlangsung lintas generasi. Negara bagian Bavaria, misalnya memiliki Oktoberfest, sebuah festival bir tahunan yang sangat terkenal di seluruh dunia. Bahkan ada klaim bahwa Bavaria adalah alasan mengapa Jerman dikenal sebagai negeri bir.

Namun, tidak banyak yang tahu kalau di beberapa kota lainnya juga memiliki tradisi perayaan bir yang tidak kalah meriahnya. Di kota Erlangen, misalnya ada Erlangen Bergkirchweih. Pesta tradisional bir tahunan ini berlangsung dari 6 sampai 17 Juni yang silam. Tidak tanggung, pemerintah memberlakukan libur sehari untuk memungkinkan setiap orang bisa berkunjung dengan leluasa. Setiap tahun, pengunjungnya diperkirakan mencapai sejuta orang atau sepuluh kali lipat dari jumlah penduduk Erlangen. Saya berkunjung kesana sebanyak dua kali. Untuk pertama kalinya merasakan bir segar dengan efek alkohol yang terasa sampai subuh.

Beberapa merek bir yang dijual di Supermarket. Photo: personal collection

Di hari biasa, berbagai jenis bir kemasan botol dan kaleng sangat mudah ditemukan disini. Pergi saja ke supermarket atau retailer seperti Netto, Norma, Rewe dan sebagainya. Beberapa merek bir ada disana. Beberapa yang sudah pernah saya coba antara lain Radler, Russ, Rauchbier dan Doppelbock.

Bir dibuat dengan bahan dasar dan tambahannya yang juga beragam. Gandum adalah bahan utama yang paling lazim. Sementara campurannya biasanya lemon. Rauchbier yang khas dari kota Bamberg malah berbau asap karena teknik permentasinya yang menggunakan pengasapan. Sementara kandungan alkohol bir disini antara 4.5 sampai 6 %. Soal harga, bisa sepertiga sampai separuh lebih murah dari bir Bintang ala Indonesia. Misalnya, anda bisa menikmati 500 ml bir dengan hanya membayar 30 sen (euro). 

Bir yang diproduksi oleh Kitzman di Erlangen sejak 1712 disajikan di Berg festival. Gelas berukuran 0,5 – 1 liter bisa dibawa pulang dengan harga antara 10 – 20 Euro. Photo: personal collection

Anda bisa minum dimana saja, di dalam transportasi publik misalnya. Bahkan pejalan kaki dengan botol berisi bir di genggaman merupakan pemandangan yang lazim disini. Ini tentu berbeda dari negara-negara Eropa Barat lainnya. Namun, disini ada larangan yang ketat untuk tidak menjual bir dan rokok kepada anak-anak. Pernah teman mengumpat kesal karena diminta menunjukkan kartu identitas ketika melakukan pembayaran. Sang kasir mungkin mengira dia masih di bawah umur. Wajah si kawan memang masih terlihat lugu.

Reproduced image

Berbeda dengan bir, merokok tidak bisa di sembarang tempat. Jangan coba-coba melakukannya di ruangan umum seperti  kantor, restoran atau bar. Bahkan di dorm tempat saya tinggal, merokok hanya bisa dilakukan di balkoni yang terbuka. Soal harga, perbungkusnya bisa 10 euro paling murah.

Cara hemat, beberapa teman yang perokok berat memilih membeli tembakau dan memelintir sendiri sebelum menikmatinya. Katanya, dengan 5 euro sudah dapat sekantong plastik ukuran 500 gram. Karena saya bukan perokok (aktif), saya tidak begitu mengetahui detail tentang rokok sebagaimana saya mengetahui bir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.