Ketika Agama Kehilangan Tuhan

Baru tersadar bahwa saya sudah lama tidak update tulisan disini. Maklum kesibukan dan perhatian selama beberapa minggu ini telahΒ  benar-benar berhasil menyedot perhatian. Mengingat blog ini memang saya maksudkan sebagai wadah membincangkan hal-hal yang terpinggirkan (saya sebut catatan pinggiran atau marginal), sehingga kali ini saya akan menyoal tentang agama dan perilaku pengikutnya. Pemikiran ini bukan hal baru. Saya hanya mencoba merekonstruksinya. Continue reading “Ketika Agama Kehilangan Tuhan”

Moral Justification


Almost every single choices or actions made by human are always based on moral justification. The source can be intangible things such as divinity, ideology and so on, as well as the visible, in the form of objects, such as scriptures or fiction and non-fiction books produced by the prominent thinkers.

Continue reading “Moral Justification”

Seni Berargumentasi

Saat ini publik di tanah air sedang disuguhkan dengan rangkaian sidang sengketa penetapan hasil pemilu presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Saya bayangkan kehebohannya karena peran televisi yang menayangkan secara langsung. Disana  tiga pihak yang saling beradu pendapat; pihak pemohon (Prabowo-Sandi), termohon (KPU) dan pihak terkait (Jokowi-Amin).

Continue reading “Seni Berargumentasi”

Belajar (dengan) Mengkritik

Seorang teman pernah berkata kepada saya di sebuah rapat perhimpunan mahasiswa. “Bro, ketimbang mengkritik terus-terusan, mengapa tidak kasih solusi saja”, nada suaranya agak tinggi. Saya kuatir, mungkin istilah kritik sudah kepalang bermakna negatif di kepala si kawan. Sebaliknya, solusi baginya bermakna positif. Wajar saja, dia jadi gagal paham sehingga alpa terhadap serangkaian solusi konkrit yang berbarengan dengan kritik yang saya sampaikan. Atau sudah keburu ingin pulang dan tidur. Hawa musim dingin memang di puncaknya kala itu.

Continue reading “Belajar (dengan) Mengkritik”