Seni Berargumentasi

Saat ini publik di tanah air sedang disuguhkan dengan rangkaian sidang sengketa penetapan hasil pemilu presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Saya bayangkan kehebohannya karena peran televisi yang menayangkan secara langsung. Disana  tiga pihak yang saling beradu pendapat; pihak pemohon (Prabowo-Sandi), termohon (KPU) dan pihak terkait (Jokowi-Amin).

Continue reading “Seni Berargumentasi”

Belajar (dengan) Mengkritik

Seorang teman pernah berkata kepada saya di sebuah rapat perhimpunan mahasiswa. “Bro, ketimbang mengkritik terus-terusan, mengapa tidak kasih solusi saja”, nada suaranya agak tinggi. Saya kuatir, mungkin istilah kritik sudah kepalang bermakna negatif di kepala si kawan. Sebaliknya, solusi baginya bermakna positif. Wajar saja, dia jadi gagal paham sehingga alpa terhadap serangkaian solusi konkrit yang berbarengan dengan kritik yang saya sampaikan. Atau sudah keburu ingin pulang dan tidur. Hawa musim dingin memang di puncaknya kala itu.

Continue reading “Belajar (dengan) Mengkritik”

Bahasa Asing

Saya tidak termasuk orang yang cepat belajar bahasa (fast language learner). Saya juga bukan tipe orang yang mudah atau senang meniru gaya bicara orang lain. Bahkan bahasa Indonesia saya saja masih terlalu mudah dikenali ciri khasnya. Kalau bukan disangka khas Batak, orang Indonesia disini sering menduga mungkin dari suatu daerah Indonesia Timur sana. Saya tetap bangga dengan kekhasan itu.

Continue reading “Bahasa Asing”